Jumat, 20 Agustus 2010

Beralih Kisah

Seperti tak tersadarkan, akan lirih yang terus mengikuti, sepasang hati pada jiwa muda teruslah beradaptasi. Tak peduli seberapa adanya, tak peduli milik siapa. Kian membara tak terelakkan antara perasaan saling tersembunyi.
Sadari diri, kalau begini adalah menyakiti. Ku ulang lagi kalimat itu, tetap sama adanya adalah "percaya pada hati". Ku nikmati apa yang berkecamuk, terkesan indah karena kau selalu mengerti.
Hingga kau hadir bukan saja di mimpi tapi di hidupku kini. Beberapa lama, waktu yang selalu ku hitung untuk menerjemahkan mimpi masih kita nikmati. Sampai ku rasa pertengkaran antara diri dan hati kian berteriak sunyi.
Saat yang sama, saat itu juga ku terangkan ucapan untuk sudahi. Hening lalu menyambar di sabtu sore itu, mentari tertunduk lesu menyaksikan pergejolakan 2 insan yang ingin dimengerti. Hanya alasan karna dia masih bertemankan seorang pengagum, aku tak menunggunya lagi.
Pertemuan yang selalu terjadi, seperti bintang bertemu langit tak dapat terhindari. Menjauh tak dapat, mendekat ku kagumi. Lama kian bertahan pada rasa yang ini. Kosong, tak peduli, sendiri, sepi, berharap, pertentangan menyelimuti.
Usai cerita terperi yang terjadi di bulan mei, ku gali masa laluku, menyibak misteri kisah pertemanan di sekolah. Bukan aku yang berhianat kawan, ini masalah hati, yang tak dapat ku terangkan darimana akarnya.
Berkisah tentang bintang dan langit tak dapat terhapus. Semangatnya akan keyakinan bukan sekedar janji terus ku pahami, karna kau bilang "itu janji dan hutang, yang suatu saat harus dipenuhi".
Masih dalam sore yang redup, semilir angin jalan memetik melodi menghantar gerimis. Tetap ku ingat wajah bintang dan sang langit menari di sore sunyi.

1 komentar:

  1. "Matikah saya…. bersama bait-bait kata yang saya tulis tapi entah untuk siapa sekarang.
    Wafatkah saya dan kehilangan pembaca ?"

    "tuntaskah kisahnya?
    padahal kupikir tak akan berakhir."

    "haruskah kututup mata?
    sama seperti akhir kisah ini, yang menutup kesempatan untukku?"

    semua itu hanya tanya yang tidak mungkin terjawab.

    maka ketika kisah beralih, aku hanya berdoa, "tuhan, biarkan kisahnya yang beralih, jangan hati yang beralih"

    BalasHapus