SEPAT
Tertulis pada ruang XI IPA 4, jalinan antara suka dan lara tersusun manis. Para pejuang tak berkorban bernafas di ruang sempit nan usik itu. Cat dinding hijau layu menjadi saksi ketengikan, kecerobohan, bahkan kebodohan diri menjadi siswa-siswi.Awal bulan ku jalani bersama pejuang abadi, mengalir rasa suka antara sorotan-sorotan mata dan cakap bicara yang mengalir sepanjang hari. Hingga ku rasa aku tlah memiliki SEPAT seutuhnya. Rajutan merdu ku dengar slalu pada ruang penjara itu, meski guru berkata dan mencaci kelas berisik kami.
Berlokasi dibawah tangga kembar kami bersiul, tanpa PR yang kami kerjakan, tanpa buku yang kami miliki, tanpa kerapian diri, tapi wali kelas bernama Ibu Yuli Astuti selalu mengerti, tiap ucapannya bak hujan menyirami, bak mentari menghangtkan kami.
Kami bermuka, bersemangat dan terus berwarna hingga realita mempersembahkan kelas kami yang terlalu gaduh untuk dihuni. Pelajaran kimia, fisika, biologi tertelan walau tak mengerti. Terus terjadi hingga kami menaiki kelas XII IPA 4, ruang yang pantas untuk bersaksi.
DUPHAT
Hiruk-pikuk tak pergi, masih tertata gaduh, tak banyak perbedaan kecuali para guru yang berkisah dan berceramah pada kami yang tak sadarkan diri. Berulang hingga kami terbangun, kelas XII IPA 4 telah kami singgahi untuk nafas terakhir di masa SMA.
Wali kelas Ibu Utami Soifah datang dan pergi menghampiri kelas yang tak bernaluri. Hari-hari yang membisu seolah tak ingin mengingatkan bahwa kami berjanji. Berjanji pada diri untuk meninggalkan kelas dengan segenggam kertas ijazah ditangan kami.
Waktu lah yang menyadari, hingga sebuah hari berkisah tentang manusia DUPHAT lulus tanpa terkecuali. Lara-lara yang terjadi, tawa-tawa yang mewakili tumpah dalam balutan indah nan harmoni. Berirama pada kemenangan, bersyukur pada Sang Pencipta, izin untuk mewarnai masa depan.
Rintihan karna kami berpisah serta teriakan kelulusan membanjiri, lalu doa-doa terpanjat untuk nama-nama mereka. Kenang dan ingatlah, kita beratapkan langit yang sama, berteduhkan mentari yang sama.
Terimakasih lukisan indah pada rangkaian SEPAT dan DUPHAT.
Atas nama kawan-kawanku:
Adisca, Agista, Agus, Andri, Andra, Andrian, Uze, Anita, Ana, Aprian, Bagus, Beni, Bujo, Pipit, Clara, Denis, Devi, Didik, Dirhan, Donas, Fakhmi, Farah, Hardika, Hasto, Ilmas, Jojo, Lia, Upik, Pipit, Fuad, Pandu, Risma, Nurita, Restu, Rosti, Bela, Sconda, Siti.
Hanya ini rangkaian kata untuk kalian, kawanku. Salam merdu bernama "persahabatan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar